Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label php. Tampilkan semua postingan
Terkadang kita membutuhkan suatu nomor urut dari sekumpulan data pada tabel.
Misalkan :
Adi punya nilai 85
Budi punya nilai 65
Andica punya nilai 60
Dinie punya nilai 85
Abel nilai 82
Misalkan nilai tertinggi akan mendapatkan nomor urut (rangking) satu serta bila terdapat nilai yang sama akan memiliki nomor rangking yang sama pula.
Adi punya nilai 85, rangking 1
Budi punya nilai 65, rangking 3
Andica punya nilai 60, rangking 4
Dinie punya nilai 85, rangking 1
Abel, rangking 2
<?php echo”salam query mysql”; ?>
Misalkan :
Adi punya nilai 85
Budi punya nilai 65
Andica punya nilai 60
Dinie punya nilai 85
Abel nilai 82
Misalkan nilai tertinggi akan mendapatkan nomor urut (rangking) satu serta bila terdapat nilai yang sama akan memiliki nomor rangking yang sama pula.
Adi punya nilai 85, rangking 1
Budi punya nilai 65, rangking 3
Andica punya nilai 60, rangking 4
Dinie punya nilai 85, rangking 1
Abel, rangking 2
CREATE TABLE `nilai_raport_siswa` ( `id` int(11) NOT NULL auto_increment, `nis` char(4) default NULL, `nama` varchar(50) default NULL, `nilai_raport` int(11) default NULL, PRIMARY KEY (`id`) ) ; /*Data for the table `nilai_raport_siswa` */ insert into `nilai_raport_siswa`(`id`,`nis`,`nama`,`nilai_raport`) values (1,’001′,’Adi’,85),(2,’002′,’Budi’,65),(3,’003′,’Andica’,60), 4,’004′,’Dinie’,85),(5,’005′,’Abel’,82);
select nis, nama, nilai_raport, ( select find_in_set( nilai_raport, ( select group_concat(distinct nilai_raport order by nilai_raport DESC separator ‘,’) from nilai_raport_siswa)) ) as rangking from nilai_raport_siswa
<?php echo”salam query mysql”; ?>
Query Rangking MySQL
dalam penjelajahan dunia maya saya ada menemukan kode php untuk menyelesaikan kasus cluster k-mean , sintak nya seperti di bawah ini , semoga bermanfaat :
";
print_r($b);
function kmeans($data, $k)
{
$cPositions = assign_initial_positions($data, $k);
$clusters = array();
while(true)
{
$changes = kmeans_clustering($data, $cPositions, $clusters);
if(!$changes)
{
return kmeans_get_cluster_values($clusters, $data);
}
$cPositions = kmeans_recalculate_cpositions($cPositions, $data, $clusters);
}
}
function kmeans_clustering($data, $cPositions, &$clusters)
{
$nChanges = 0;
foreach($data as $dataKey => $value)
{
$minDistance = null;
$cluster = null;
foreach($cPositions as $k => $position)
{
$distance = distance($value, $position);
if(is_null($minDistance) || $minDistance > $distance)
{
$minDistance = $distance;
$cluster = $k;
}
}
if(!isset($clusters[$dataKey]) || $clusters[$dataKey] != $cluster)
{
$nChanges++;
}
$clusters[$dataKey] = $cluster;
}
return $nChanges;
}
function kmeans_recalculate_cpositions($cPositions, $data, $clusters)
{
$kValues = kmeans_get_cluster_values($clusters, $data);
foreach($cPositions as $k => $position)
{
$cPositions[$k] = empty($kValues[$k]) ? 0 : kmeans_avg($kValues[$k]);
}
return $cPositions;
}
function kmeans_get_cluster_values($clusters, $data)
{
$values = array();
foreach($clusters as $dataKey => $cluster)
{
$values[$cluster][] = $data[$dataKey];
}
return $values;
}
function kmeans_avg($values)
{
$n = count($values);
$sum = array_sum($values);
return ($n == 0) ? 0 : $sum / $n;
}
function distance($v1, $v2)
{
return abs($v1-$v2);
}
function assign_initial_positions($data, $k)
{
$min = min($data);
$max = max($data);
$int = ceil(abs($max - $min) / $k);
while($k-- > 0)
{
$cPositions[$k] = $min + $int * $k;
}
return $cPositions;
}
?>
class cluster k-mean php
Ketika merancang atau menjalankan kode program PHP, ada kalanya sebuah program butuh waktu proses yang tidak sebentar, dan beberapa saat kemudian tampil pesan Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded. Pada tutorial PHP kali ini saya akan mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.
Cara Mengubah pengaturan max_execution_time PHP
Pesan Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded berasal dari sebuah setingan PHP: max_execution_time = 30. Pengaturan ini bertujuan untuk memaksa kode PHP agar berhenti bekerja apabila dalam waktu 30 detik belum juga selesai di proses. Tujuannya, supaya sumber daya sistem (seperti processor) tidak bekerja terus-menerus.
Secara umum, sebuah kode PHP hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk menjalankan kode program. Apabila lebih, ditakutkan terdapat kode yang salah, seperti infinity loop (kode perulangan yang tidak pernah berhenti).
Dalam kasus tertentu, proses yang lama ini memang tidak bisa dihindari. Salah satu penyebabnya ketika kita mendownload atau mengupload file yang cukup besar.
Sebagai contoh, ketika saya mengistall wordpress secara offline, dan ingin mengupdate wordpress atau menginstall plugin, kita harus menunggu proses download ini. Jika koneksi internet yang anda gunakan cukup lambat, pesan Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded hampir pasti akan muncul, dan proses update gagal.
Jadi, bagaimana cara mengatasi error ini?
Caranya adalah dengan menambah batasan waktu dari pengaturan:max_execution_time.
Seluruh settingan PHP berada di dalam file yang bernama PHP.ini. Jika anda menggunakan XAMPP, file ini bisa ditemukan di folder_xampp/php/php.ini.
File PHP.ini juga bisa diakses dari jendela XAMPP Control Panel, seperti tampilan berikut:
Setelah file PHP.ini terbuka (biasanya dari aplikasi notepad bawaan windows). Cari baris “max_execution_time”, mudahnya bisa menggunakan fitur ‘find’. Setelah ketemu, ubah angka disebelah kanan max_execution_time.
Secara default, angka max_execution_time di set sebesar 30, yang berarti kode PHP diberi kesempatan maksimum paling lama 30 detik. Silahkan mengubah nilai ini menjadi angka yang lebih besar. Kali ini saya akan mengubahnya menjadi 300, yang berarti kode PHP diberi kesempatan selama 300 detik (5 menit) untuk menyelesaikan tugasnya. Anda juga bisa memberikan angka 0, yang berarti tidak ada batasan waktu.
Setelah itu, save file PHP.ini (bisa dengan menekan kombinasi tombol CRTL+S), kemudian restart Apache (dari XAMPP Control Panel, klik tombol Stop di Apache, kemudian klik kembali tombol Start).
Sekarang, seharusnya pesan Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded sudah tidak keluar lagi. Namun perlu dicatat bahwa mungkin saja web browser ‘hang’ selagi menunggu kode PHP selesai memproses kode yang cukup lama ini.
Mengatasi Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded di XAMPP
Masih efek bermain dengan Stemming, setelah PDF berhasil diambil teksnya, maka proses selanjutnya adalah melakukan stemming. yang menjadi kendala saat melakukan stemming adalah muncul error Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in C:\xampp\htdocs\bimbingan\ECS.php on line 4 yang artinya, masa eksekusi dalam satu halaman hanya dapat dilakukan dalam waktu 30 detik, sementara untuk melakukan proses stemming dengan jumlah kata yang banyak sudah pasti membutuhkan lebih dari 30 detik.
bagaimana cara mengatasinya....??
Ada 2 cara, yaitu dengan mengatur pada php.ini atau membuat di baris paling atas file php.
- Konfigurasi melalui php.iniBuka php.ini dengan cara, buka XAMPP, pada bagian apache klik config dan akan muncul daftar file, kemudian pilih PHP (php.ini), atau dengan cara membuka file pada lokasi installan XAMPP, jika di install di drive C, maka lokasinya adalah C:\xampp\php\php.ini, kemudian cari :
- Konfigurasi pada file ProjectUntuk mengatasinya adalah dengan mengkonfigurasi pada file projectnya, misalnya untuk proses stemming saya buat pada file stem.php, maka pada baris paling atas akan saya letakkan perintah berikut :ini_set('max_execution_time', 300);Dengan cara ini apalagi yang menjadi kendala..??? kendalanya tidak semua file project akan dieksekusi dengan waktu 300 detik. Jika saya membuat perintah ini di file stem.php, maka pada file index.php akan tetap menggunakan waktu maksimal adalah 30 detik yang sesuai dengan bawaan php.ini,
Silahkan ganti angka 30 menjadi angka yang dibutuhkan, misalnya waktu eksekusi maksimal ingin dibuat 5 menit, maka max_execution_time = 300
Yang menjadi kendala jika kita mengkonfigurasi dari file php.ini adalah saat melakukan proses Hosting. terkadang pihak hosting tidak memberi kita akses untuk php.ini (yang biasa menjadi masalah bagi programmer :D ), apalagi kalau mau coba-coba dengan hotingan gratis.. heheh...
Kesimpulan
- Jika konfigurasi dengan php.ini, maka setiap halaman yang ada pada project akan memiliki waktu eksekusi maksimal 300 detik
- Jika menggunakan perintah ini_set('max_execution_time', 300); , maka hanya halaman yang diketikkan ini memiliki waktu eksekusi 300 detik, yang lain akan tetap 30 detik
Mengatasi Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded dari Coding dan php.ini
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN - Apa kabar sobat TKJ, Postingan kali ini saya akan coba untuk menjelaskan tentang apa itu URL Encoding, mungkin banyak yang belum tahu atau belum pernah sama sekali mendengar kata “URL encoding”, tapi percayalah jika anda seorang gretongerz anda mungkin pernah menggunakan URL encoding yang akan saya jelaskan ini.
URL Encoding adalah proses konversi URL (Uniform Resource Locator) saat kita melakukan proses request suatu halaman situs ke web server. Kenapa URL harus di konversi dahulu sebelum browser melakukan request ke web server ? karena sering kali kita menjumpai URL yang tidak termasuk atau di luar standar ASCII dan juga URL tidak boleh mengandung “spasi”, nah loh..? ASCII apa lagi ini ?
ASCII adalah karakter yang digunakan saat kita mengirim atau menerima informasi ataupun data antar komputer. ASCII merupakan standar yang sudah ditetapkan untuk karakter yang digunakan untuk saling bertukar informasi sejak awal tahun 60′an dan masih digunakan sampai sekarang.
Nah, untuk itu saat kita akan mengakses suatu situs ataupun blog, secara otomatis browser kita akan melakukan yang kita sebut “URL encoding” untuk menghindari spasi dan juga terdapatnya karekter yang tidak termasuk dalam ASCII dalam suatu URL.
Saya akan memberikan satu contoh, berikut ini contoh URL sebelum di encode oleh browser, URL yang biasa kita gunakan sehari – hari untuk mengakses suatu halaman.
Contoh untuk karekter “/” dikonversi menjadi “%2F” begitu juga dengan karakter lainnya, tentunya dengan dua digit hexadesimal yang berbeda
Untuk karakter – karekter lainnya bisa di lihat disini, disitu anda juga bisa mencoba generate URL biasa menjadi URL encoding secara instant, dengan hanya copy paste URL yang akan anda coba lalu klik submit.
Demikian postingan saya yang berjudul Pengertian URL Encoding, Semoga dapat bermanfaat untu Anda. Mohon ditambahkan jika masih ada yang kurang atau jika ada kesalahan jangan sungkan untuk komentar di form komentar di bawah.
URL Encoding adalah proses konversi URL (Uniform Resource Locator) saat kita melakukan proses request suatu halaman situs ke web server. Kenapa URL harus di konversi dahulu sebelum browser melakukan request ke web server ? karena sering kali kita menjumpai URL yang tidak termasuk atau di luar standar ASCII dan juga URL tidak boleh mengandung “spasi”, nah loh..? ASCII apa lagi ini ?
ASCII adalah karakter yang digunakan saat kita mengirim atau menerima informasi ataupun data antar komputer. ASCII merupakan standar yang sudah ditetapkan untuk karakter yang digunakan untuk saling bertukar informasi sejak awal tahun 60′an dan masih digunakan sampai sekarang.
Nah, untuk itu saat kita akan mengakses suatu situs ataupun blog, secara otomatis browser kita akan melakukan yang kita sebut “URL encoding” untuk menghindari spasi dan juga terdapatnya karekter yang tidak termasuk dalam ASCII dalam suatu URL.
Saya akan memberikan satu contoh, berikut ini contoh URL sebelum di encode oleh browser, URL yang biasa kita gunakan sehari – hari untuk mengakses suatu halaman.
Saat browser akan melakukan request, browser akan men-konversi terlebih dulu URL tersebut menjadi.http://www.facebook.com/fhirman.blog
Saya yakin untuk gretongerz sejati, URL diatas sudah tidak asing lagi, konversi karakter ini selalu diawali dengan karekter % dan diikuti dua digit hexadesimal.http%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Ffhirman.blog
Contoh untuk karekter “/” dikonversi menjadi “%2F” begitu juga dengan karakter lainnya, tentunya dengan dua digit hexadesimal yang berbeda
Untuk karakter – karekter lainnya bisa di lihat disini, disitu anda juga bisa mencoba generate URL biasa menjadi URL encoding secara instant, dengan hanya copy paste URL yang akan anda coba lalu klik submit.
Demikian postingan saya yang berjudul Pengertian URL Encoding, Semoga dapat bermanfaat untu Anda. Mohon ditambahkan jika masih ada yang kurang atau jika ada kesalahan jangan sungkan untuk komentar di form komentar di bawah.
Pengertian URL Encoding
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


